3 Tips Warren Buffet untuk Meningkatkan Keuntungan di Pasar Modal

Mokapog – Kehebatan Warren Buffet dalam hal berinvestasi selama beberapa dekade telah berhasil mengumpulkan kekayaan sejumlah $110 miliar dolar atau setara dengan 1.700 triliun rupiah. Inilah mengapa dia sering dianggap sebagai salah satu investor terbaik dunia.

Banyak investor yang mencoba untuk menyaingi keuntungan dua digitnya dan sebagian besar mereka menemui kegagalan. Untuk menghasilkan 20% dari modal setiap tahunnya tentu bukan hal yang mudah. Penggunaan taktiknya dengan membantu investor dengan menggabungkan kekuatan bisa membantu meningkatkan kinerja portofolionya.

Oleh karena itu, berikut ini merupakan tips investasi Warren Buffet yang dapat membantu anda menuju kesuksesan menjadi orang kaya.

1. Hanya Investasi di Saham Terbaik

Bayangan investor jika kita lihat dalam berita saham, film dan serial TV sering kali digambarkan dengan teriakan untuk jual beli terus menerus. Keadaan ini ada benarnya jika anda adalah broker sekuritas, namun ini bukanlah cara kerja bagi investor jangka panjang seperti Warren Buffet.

Ketika berinvestasi dalam pasar modal maka sebagian besar waktu anda harus dihabiskan untuk melakukan penelitian. Banyak sekali pilihan manager investasi terbaik di bursa efek dunia. Namun menemukan yang bisa mengalahkan pasar seperti ala-Warren Buffet sangat susah. Dia selalu menginginkan yang terbaik. Dan menemukan saham yang terbaik itu membutuhkan waktu yang lama.

Sekalipun seorang invertor menemukan saham yang terbaik, juga dibutuhkan waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun supaya harga wajar saham tersebut bisa diperoleh. Dan Buffet dengan senang hati menunggu. Menurutnya, investor hanya akan menemukan beberapa peluang baik dalam sepanjang perjalanan investasinya. Seperti pepatahnya dalam “Oracle of Omaha”, “Anda harus siap untuk meraihnya ketika kesempatan itu datang.”

2. Ikuti 2 Aturan Paling Penting Dalam Berinvestasi

Aturan pertama dalam sebuah investasi adalah jangan rugi. Aturan kedua dalam investasi adalah jangan lupakan aturan pertama. Ini mungkin tampak jelas, namun tidak semua investasi akan sesuai dengan harapan yang anda inginkan. Bahkan Buffet sendiri telah melakukan banyak kesalahan investasi selama bertahun-tahun termasuk ketika perusahaan Berkshire Hathaway masuk ke bisnis tekstil.

Aturan ini mengandung banyak hikmah dalam hal manajemen resiko investasi. Rasa takut ketinggalan keuntungan sering dengan mudah mengarahkan investor untuk secara tidak sengaja melampaui toleransi resiko yang sanggup dihadapinya. Dan juga, prospek keuntungan luar biasa sering menyesatkan bahkan untuk investor profesional sekalipun.

Setiap bisini memili beberapa kelemahan. Oleh karena itu, setiap investai yang anda pilih mengandung resiko. Untuk mengikuti aturan emas ini, investor harus mencari tahu risikonya sebelum menginvestasikan uangnya. Dalam kebanyakan kasus, peluang pertumbuhan yang besar-besaran tentu saja disertai dengan risiko besar yang dapat mengubah investasi menjadi spekulasi. Namun sesekali, ada pengecualian. Dan inilah saham-saham yang dicari Buffett.

3. Setiap Individual Memiliki Limit Tersendiri

Nasihat ketiga yang berulang kali diberikan Buffet adalah agar investor selalu berinvestai sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki. Masing-masing perusahaan atau industri memiliki tingkat kerumitan tersendiri. Dan jika Buffet tidak memahami bidang investasi tersebut, dia tidak akan menyentuhnya walaupun potensi keuntungan besar yang mungkin ditawarkan.

Tanpa pemahaman dan pengetahuan yang cukup akan susah membuat keputusan. Dan hal ini yang sering mengarahkan investor ke jalur spekulasi – sebuah kesalahan kritis yang banyak sekali dilakukan oleh investor pemula